24 Feb 2010

Bisnis Cerdasku Hanya DBCn donK

Halow mbak-mbak, jeng,ibu,bunda, mama, cewe2 smuaaaaa muanya ;-)

Kalo kalian rajin baca atau searching di internet, pasti nda asing lagi dengan bisnis rumahan. Bisa dibilang udah menjamur. Banyak macamnya loh bisnis rumahan. Tapi kalo mau ikutan, harus selektif yaaaaaa
Karena ada yang money game loh (itu kan haram !!), jadi kalo mau bisnis, pilih bisnis yang halalan toyiba ya alias halal (jadi bisnisnya nda sambil nanggung dosa !)
Dengan makin bertambahnya jumlah pengangguran, maka semakin "lumayan" juga loh peminat bisnis rumahan ini. Ada pula yang memutuskan resign dari kantornya dan pindah buat menggeluti bisnis rumahan.(berarti..menakjubkan bukan bisnis rumahan..)
Soalnya, kerja di rumah memang cenderung fleksibel mengatur waktu. Apalagi, para bunda yang biasanya lebih ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak, tanpa harus kehilangan penghasilan walau tidak perlu pergi ke kantor.

Dan semakin kesini, trend bisnis jaringan semakin meningkat. Salahsatu alasannya adalah, karena bisnis jaringan termasuk bisnis yang tahan hempasan krisis ekonomi karena sistem network marketingnya yang lumayan "siiip" dibandingkan dg sistem konvensional. Akibatnya bisnis jaringan bagai lumut hijau sekarang ini. Semakin subur dan menjamur dimana-mana, hal ini karena sudah banyak buktinya.

Karena itu, banyak sekali tawaran bisnis online yang menawarkan iming-iming bonus berjuta-juta bahkan milyaran rupiah… tapi bagaimana kita bisa tau, bisnis mana yang betul-betul bisa berhasil?
Satu hal yang bisa meyakinkan saya bahwa "sebuah bisnis" rumahan itu bonafide adalah dari banyaknya orang yang ikut plus yang berhasil di bisnis ini dan (saya melihat sendiri).
Karena itu, saat saya bergabung dengan dbc network, sebelumnya saya sudah pelajari dulu sistem bisnisnya dan rajin nanya ke upline tentang apapun yang belom saya mengerti.

Hmmm… apa ya DBC NETWORK itu? (ini salah satu pertanyaan saya dulu, dan sekarang adl pertanyaan yang seriiiiing buangedddd ditanyakan oleh prospek2 saya)

Ternyata, dbc network menjalankan sistem bisnis network marketing perusahaan kosmetika terbesar di dunia, yaitu ORIFLAME. Oriflame sudah berada di Indonesia lebih dari 20 tahun lho, dan jumlah orang yang berhasil di Oriflame sudah sangat banyak! Lalu bagaimana dengan dbc network?

DBC Network berdiri hampir 3 tahun yang lalu dengan tekad memfasilitasi para member dibawah jaringan Nadia Yuniardo dan Dini Shanti dengan teknologi yang lebih canggih : sistem online recruitment.

Jadi...DBC network adalah group member Oriflame pertama yang menggunakan sistem online recruitment dalam membangun jaringannya, memungkinkan siapa pun bisa melakukan bisnis Oriflame tanpa harus mengalami kesulitan membagi waktu - apakah ia seorang pelajar, ibu rumah tangga, atau pekerja kantoran seperti saya ini. (hehhehe, pamer nih)


Mau saya kasih contohnya yang berhasil dan saya mengenalnya???
saya kasih contoh Mba Kadek (Ni made Sukarniasih)bisa di add koq di fb nya (bagi yang mau tau)..beliau ini upline terbaik saya. sekarang ini udah masuk ke level 18%. Bonusnya udah mencapai 2-3 jt / bulannya..Padahal dia "nyambi" kerja kantor dan juga ibu dari dede' arya loh!!

Ada lagi..Mba Mia Kusumawati (biasa ku memanggil Mba Miw)--kalo mau liat profilnya..silakan add di fb "Mia kusuwati" (pasti ada)..
Dia udah punya bonus 11 jt/bulan. Padahal baru gabung 2 thn loh.. Kenapa saya bilang baru????? karena kalo kita berhitung ..tentang berapa gaji kita dengan level pendidikan S1 selama 2 th di sebuat perusahaan...Pastinya nda akan dapat gaji sebesar itu bukan????
Makanya...Bisnis yang saya lakukan ini bener2 nyata dan bonafide. Tinggal pribadi kita ajah nih mau berusaha atau tidak..
Kalo saya sih..punya mimpi...nanti bakal resign dari perusahaan. Mau di rumah ajah, jaga dan besarin anak, dengan menjalankan bisnis ini tentunya. Aku yakin aku bisa seperti upline-upline ku..dapat bonus puluhan juta/bulan...(mmmhhhh kayaknya bukan hanya mimpi)
Kalian gimana?? mau nda????

kalo mau yuk gabung bersamaku di bisnis online-nya ORIFLAME

Tidak ada komentar:

Posting Komentar